Pakai Joki, Dua Peserta Ujian SBMPTN di Makassar Dicoret

In News, sbmptn

Pakai Joki, Dua Peserta Ujian SBMPTN di Makassar Dicoret

Dua peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Hasanuddin, Makassar, dipastikan tidak akan lulus. Peserta berinisial U dan AI itu kedapatan menggunakan jasa orang lain untuk memperoleh kunci jawaban (joki).

“Panitia telah membuat berita acara bahwa lembaran jawaban peserta itu tidak akan diproses,” kata juru bicara Universitas Hasanuddin, Muhammad Dahlan Abubakar, Selasa, 31 Mei 2016.

Dugaan pemanfaatan joki itu terungkap saat U, yang mengikuti ujian di ruang kuliah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unhas, dicurigai pengawas. Hal yang sama juga dialami AI, yang menjalani ujian di Sekolah Menengah Atas Negeri 21 Makassar.

Menurut Dahlan, pengawas menaruh kecurigaan atas gerak-gerik U. Beberapa saat setelah lembar ujian dibagikan, yang bersangkutan belum juga terlihat mengerjakan soal.

“Padahal peserta lain sudah mulai sibuk menjawab soal. Dia seperti menunggu sesuatu,” ucap Dahlan.

Dahlan berujar, pengawas langsung mendekati U dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, panitia menemukan U menyembunyikan telepon seluler miliknya.

Atas temuan itu, U langsung diamankan dan diinterogasi. Menurut Dahlan, kepada pengawas, U mengaku menunggu jawaban seseorang dari luar.

“Rencananya, kunci jawaban itu akan dikirim melalui pesan pendek,” tutur Dahlan.

Pengakuan U lain adalah dia telah menyerahkan uang muka sebesar Rp 50 juta kepada joki yang membantunya. “Setelah dinyatakan lulus, baru pembayaran dilunasi senilai Rp 200 juta,” kata Dahlan.

Meski kedapatan tengah menunggu jawaban dari luar, panitia pengawas tetap membiarkan peserta itu melanjutkan ujiannya. Dahlan menyatakan hal itu dilakukan untuk menghindari adanya keributan di dalam ruangan tersebut.

Dahlan berujar, U tengah dikarantina untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan lain. “U diinapkan di salah satu hotel di Makassar,” ucapnya.

Pelaksana tugas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Tri Hambodo mengaku belum menangani temuan dugaan pemanfaatan jasa joki tersebut.

“Kami tidak menerima aduan yang berkaitan dengan kasus itu,” tutur Tri.

Menurut Tri, pihaknya proaktif akan menindak praktek perjokian pada ujian penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Tri menyatakan pihak Unhas belum melakukan komunikasi untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Postingan Terkait:


Tags: #News #sbmptn

Leave a reply "Pakai Joki, Dua Peserta Ujian SBMPTN di Makassar Dicoret"

Must read×

Top