Jumlah Kelulusan SNMPTN Menurun

In News, sbmptn

Fokusbelajar.com – Jumlah siswa yang diterima melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tahun ini menurun sebanyak 21.827 siswa dibandingkan tahun lalu, yakni dari 137.005 siswa menjadi 115.178 siswa.

Jumlah Kelulusan SNMPTN Menurun

Ketua Panitia SNMPTN/ SBMPTN 2016 Rochmat Wahab mengatakan, dari jumlah pendaftar 645.202 orang, akhirnya panitia telah berhasil menyeleksi 115.178 siswa atau 17,85 % di jalur undangan ini. Adapun tahun lalu dari 852.093 pendaftar, yang diterima 137.005 orang atau 16,08%. Untuk jalur Bidikmisi, dari 143.819 pendaftar, 24.506 siswa atau 17,04% dinyatakan lulus tahun ini.

Adapun tahun lalu dari 153.229 pendaftar, 31.908 orang diterima atau sekitar 20,82%. ”Tidak mudah menetapkan siswa yang dipilih. Kita memang memperketat dari segi mutu dan kualitas peserta,” katanya pada konferensi pers Pengumuman SNMPTN 2016 di Kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek- Dikti), Jakarta, kemarin.

Dari hasil ini, dia berharap peserta yang tidak lulus tidak patah semangat karena bisa langsung mendaftar di seleksi bersama masuk PTN (SBMPTN). Ada sisa kuota SNMPTN sekitar 7.000 kursi yang akan dialihkan ke jalur tersebut. Panitia juga memajukan pengumuman SNMPTN agar siswa bisa mendaftar SBMPTN satu hari lebih cepat. Pendaftaran SBMPTN dibuka mulai 25 April-20 Mei 2016.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menerangkan, dari pendataan, Universitas Padjadjaran (Unpad) menempati posisi tertinggi dalam menerima mahasiswa, yakni 58.937 orang, disusul Universitas Brawijaya (UB) 47.452 orang, Universitas Diponegoro (Undip) 43.634 orang, Universitas Gadjah Mada (UGM) 43.326 orang, dan Universitas Sumatera Utara (USU) 39.143 orang.

Berikutnya di posisi enam, Universitas Negeri Sebelas Maret 39.017 orang, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 38.098 orang, Universitas Negeri Semarang 36.897 orang, Universitas Hasanuddin 34.064 orang, dan Universitas Negeri Yogyakarta 33.183 orang. Guru Besar Ilmu Pendidikan ini menuturkan, seleksi mahasiswa SNMPTN dilihat juga dari performa alumni.

Jika alumni suatu sekolah di kampus tinggi maka akan berkorelasi kepada siswa yang akan diterima. Adapun komponen seleksi lain ialah kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran. Jika KKM-nya semakin tinggi maka akan menunjukkan kualitas sekolah semakin baik. ”Faktor penunjang lain adalah sertifikat prestasi kejuaraan, seperti olimpiade fisika atau matematika,” urainya.

Tidak masuknya kampus favorit, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI) dalam 10 besar penerima mahasiswa bukan karena pamor mereka menurun. Menurut Rochmat, calon mahasiswa mungkin melihat tingkat kemahalan wilayah.

Sementara itu, program studi favorit yang dipilih calon mahasiswa juga kebanyakan di bidang manajemen, akuntansi, dan ilmu kependidikan. Sementara di jalur eksakta, paling banyak diburu adalah jurusan farmasi dan teknik komputer. Dia mengingatkan agar peserta tidak lupa mencetak ulang kartu tanda peserta pada 24-31 Mei 2016.

Daftar ulang atau registrasi mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi di PTN dilaksanakan pada 31 Mei. ”Peserta lulus seleksi harus segera mencermati dan menaati pengumuman resmi yang dikeluarkan masing-masing kampus, terkait dengan ketentuan syarat, jadwal dan tempat registrasi,” urainya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristek-Dikti Ainun Naim menjelaskan, sampai saat ini SNMPTN masih mempertimbangkan aspek akademik dari hasil ujian nasional (UN). Dalam jangka panjang, kementerian akan memperbaiki aspek tata kelola dan fleksibilitas menyangkut tempat, waktu, dan tata cara seleksi.

Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardiyanto mengungkapkan, dikembangkannya tiga jalur penerimaan mahasiswa baru untuk mengakomodasi kemampuan siswa yang lebih besar. Jika siswa yang capaian belajarnya lebih tinggi diseleksi di jalur tulis akan menemui kesulitan.

Oleh karena itu, panitia pun menjemputnya melalui SNMPTN agar peluang diterimanya lebih besar. ”Yang masih kami risaukan adalah hubungan antara nilai rapor dan IPK (indeks prestasi kumulatif). Selama ini kami harapkan nilai rapor kredibel yang mencerminkan kemampuan siswa. Kita harap jangan ada lagi sekolah yang mengorbankan kepercayaan kami dengan mengundang siswa yang nilai rapornya tidak mencerminkan nilai akademik,” ujarnya.

Nilai Rerata UN SMA 2016 Turun

Nilai rerata UN tingkat SMA pada 2016 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada 2015 nilai rerata 61,29, sedangkan tahun ini hanya 54,78. Dengan demikian, terjadi penurunan 6,51 poin. Untuk hasil UN SMK mengalami penurunan 4,45 poin atau dari 62,11 menjadi 57,66 pada 2016.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan penurunan tersebut disebabkan beberapa faktor, yaitu tingkat kejujuran yang meningkat, semakin banyak sekolah yang menggunakan UN berbasis komputer (UNBK), kisi-kisi UN yang tidak lagi terperinci sehingga siswa harus menguasai kompetensi, serta kemungkinan tingkat keseriusan yang menurun.

Meski hasil UN mengalami penurunan, Anies mengklaim Indeks Integritas UN (IIUN) meningkat dari tahun sebelumnya. Terdapat empat kuadran IIUN, yakni kuadran pertama (IIUN tinggi, angka UN tinggi), kuadran kedua (IIUN tinggi, angka UN rendah), kuadran ketiga (IIUN rendah, angka UN rendah), dan kuadran empat (IIUN rendah dan angka UN tinggi).

”Jika pada 2015 persentase sekolah yang berada di kuadran empat untuk SMA IPA sebanyak 56,6%, pada 2016 persentase sekolah di kuadran itu menurun menjadi 41,7%,” kata Anies di Jakarta kemarin. Sementara persentase sekolah yang berada di kuadran empat untuk SMA IPS sebanyak 51,3%, sementara pada 2016 persentase sekolah di kuadran itu menurun menjadi 37,8%.

Menurut mantan rektor Universitas Paramadina tersebut, semakin banyak sekolah yang berpindah dari kuadran empat ke kuadran ketiga, kedua, dan kesatu. Ini merupakan kabar gembira karena pelaksanaan UN dari tahun ke tahun lebih mengutamakan kejujuran.

Postingan Terkait:


Artikel Terpopuler


Tags: #News #sbmptn

Leave a reply "Jumlah Kelulusan SNMPTN Menurun"

Must read×

Top