Bak Perang, Raungan Sirene Berkali-kali Menandai Tes SBMPTN di UBB

Bak Perang, Raungan Sirene Berkali-kali Menandai Tes SBMPTN di UBB

Bak Perang, Raungan Sirene Berkali-kali Menandai Tes SBMPTN di UBB | Ditandai dengan raungan sirene, tes tertulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 resmi dimulai di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Balunijuk, Merawang, Selasa (31/05/2016) pukul 07.00 WIB.

Tes tertulis atau Paper Based Test (PBT) di Sub Panlok 2 Pangkalpinang ini, juga bersamaan waktunya dengan tes sama di Sub Panlok 1 Tanjungpandan, Belitung: yang berlangsung di SMA Negeri 1 Tanjungpandan. Kedua Sub Panlok ini berada dalam cakupan Panlok 24.

Bedanya, jumlah peserta SBMPTN di Sub Panlok 2 Pangkalpinang (lokasi tes di Kampus Terpadu UBB) 1.828 orang, atau ditampung dalam 93 ruangan. Sementara di Sub Panlok 1 Tanjungpandan 279 peserta, disediakan 15 ruangan.

Pelaksanaan tes tertulis di Kampus Terpadu UBB dipantau langsung oleh Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, Wakil Rektor I Dr Ir Ismed Inonu MS, Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, Dr Ismaini Zain (tim Monitor dan Evaluasi, Monev) dan tim Monev UBB.

Menyusul bunyi sirene, semua peserta Kelompok Sainstek dan Campuran masuk ke ruang kelas. Lokasi tes Kelompok Sainstek di Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, dan Fakultas Teknik. Sementara lokasi tes Kelompok Campuran di Gedung Babel 3, Gedung A, B dan C (Fakultas Teknik).

Begitu masuk ke ruang kelas, pengawas ruangan berjumlah dua orang — untuk tiap kelas berisi 20 orang — membagikan absen (daftar hadir) dan membacakan aturan-aturan yang harus diindahkan peserta tes.

Pengawas pun memverifikasi foto tertera di kartu ujian dengan fisik wajah peserta.
Bersamaan dengan itu, pengawas membagikan kertas soal dan lembar jawaban ujian (LJU). Mereka diberikan waktu 30 menit, terhitung sejak pukul 07.00 WIB, untuk mengisi data pribadi. Ketika ini, beragam raut wajah peserta terlihat: ada yang tegang, santai, serius dan ‘cuek’.

Usai itu, pukul 07.30 WIB sirene kembali ‘mengaung’ hingga memecahkan kesunyian Kampus Terpadu UBB, yang dikitari hutan. Bunyi sirene kedua ini menandai seluruh peserta Kelompok Sainstek dan Campuran mulai mengerjakan materi Tes Kemampuan Dasar (TKD) Sainstek.

Sebelumnya tampak tiga peserta SBMPTN tergopoh-gopoh menaiki tangga di Fakultas Teknik. Mereka menjelaskan telat datang ke lokasi tes karena terlambat bangun pagi.

“Kami tahu lokasi tes yaitu di Kampus Terpadu UBB di Desa Balunijuk. Tapi karena lambat bangun pagi, ya jadi terlambat ikut tes,” ujar salah seorang dari mereka.

Ketiganya diizinkan pengawas masuk ke ruangan tes. Sebab mereka terkategori hanya telat beberapa menit saja ketika seluruh peserta lainnya sedang mengisi data pribadi.

Peristiwa lain tidak menguntungkan dialami oleh seorang peserta SBMPTN asal Bogor, Jawa Barat. Pengawas ruangan tidak mengizinkan ia masuk ke ruangan tes karena datang pada pukul 08.01 wib. Atau satu jam satu menit lebih sejak semua peserta SBMPTN dipersilakan masuk (pukul 07.00 wib).

Tentang batas waktu telat masuk yang diakomodir pegawas, Ketua Monev (Monitor dan Evaluasi) SBMP TN Dr Ismaini Zain kepada wartawan menjelaskan, tengat waktu yang diakomodir untuk peserta yang telah adalah tiga puluh menit saat ujian berlangsung.

“Lebih dari 30 menit ujian berlangsung, peserta yang telat tidak diizinkan masuk ke ruangan tes. Apapun alasannya. Satu menit itu sangat berharga. Kalaupun ada yang mengalami kecelakaan, peserta SBMPTN itu harus melaporkan ke panitia,” ujar Ismaini

Disela-sela memantau pelaksanaan SBMPTN, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi didampingi Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc menjelaskan, mengantisipasi peserta telat masuk ke ruangan tes, panitia telah memberikan informasi bahwa sehari sebelum tes berlangsung (30 Mei) semua peserta datang dan melihat lokasi tes di Kampus Terpadu UBB.

“Sebab tidak semua peserta tahu di mana lokasi tes. Apalagi khusus bagi peserta yang datang jauh dari Bangka Belitung. Mereka harus datang lebih awal ke Kampus Terpadu UBB ini,” ujar Muh Yusuf.

Raungan sirene tidak hanya menandai awal pelaksanaan tes. Tapi ia pun petanda istirahat dan tes berakhir. Pukul 09.45 tes tertulis untuk Kelompok Sainstek berakhir. Sirene kembali berbunyi, menandai Kelompok Soshum dimulai.

Sama sebangun dengan awal tes Kelompok Sainstek, diberi waktu 30 menit untuk peserta Kelompok Soshum mengisi data diri. Usai itu sirene kembali ‘meruyak’ kesunyian, tanda peserta mulai mengisi materi soal diberikan.

Pukul 14.30, waktu pengisian Kelompok Soshum dan Campuran berakhir. Sejak pukul 13.15 hingga 14.30, semua peserta kelompok ini ‘beradu tepat’ mengisi jawaban dari Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum). Akhir tes SBMPTN 2016 ditandai raungan sirene panjang.

Menanggapi pelaksanaan SBMPTN di Kampus Terpadu UBB, Ismaini Zain menegaskan semua sesuai dengan prosedur dan tatalaksana yang telah ditetapkan panitia pusat. Meski ada sejumlah catatan, kata Ismaini, tapi itu tidak berarti apa-apa jika dilihat dari seluruh aspek standar yang digelar.

“Semua sudah sesuai dan mengikuti pedoman operasi. Bahwa ada peserta yang telat datang, itu masih diakomodir karena kurang dari 30 menit dari waktu yang ditetapkan. Terus terang, saya baru kali ini ke Bangka. Lokasi (Kampus UBB) relatif jauh, apalagi mereka (peserta) dari Bangka Barat, dan Bangka Induk,” ulas Ismaini.

Tim Monev SBMPTN berjumlah lima orang. Seorang di antaranya adalah Ismaini, empat lainnya dari internal UBB.

Ismaini mengaku kagum dengan ketatnya pengawasan SBMPTN yang digelar Panlok 24. Baik ketika pengawas ruangan mengawasi semua peserta mengisi soal SBMPTN, maupun setiap ruangan paling banyak menampung 20 peserta SBMPTN.

“Yang menarik bagi saya, dan ini telah saya laporkan kepada Panitia Pusat adalah tempat menyimpan materi tes di UBB. Selain diawasi petugas dan dipasang CCTV pengintai, gembok yang digunakan pun banyak. Kalau aturannya tiga gembok, di sini dipasang empat gembok,” ulas Ismaini.

Menanggapi temuan dan masukkan tim monev itu, Rektor UBB Muh Yusuf mengemukakan semua temuan tim monev akan menjadi bahan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan SBMPTN selanjutnya pada tahun depan.

“Itu masukkan untuk kita perbaiki di SBMPTN tahun depan. Tapi secara umum, pelaksanaan SBMPTN di Kampus Terpadu UBB semuanya berjalan lancar, aman dan sukses, ” ujar Muh Yusuf.

Postingan Terkait:


Artikel Terpopuler


Tags: #News #sbmptn

Leave a reply "Bak Perang, Raungan Sirene Berkali-kali Menandai Tes SBMPTN di UBB"

Must read×

Top